Akhirnya, setelah hampir sekitar empat tahun tidak bersentuhan dengan dunia musik, sekarang bisa main piano lagi…
Karena keinginan yang besar untuk menyeimbangkan kinerja otak kanan yang sudah lama tidak terberdayakan (di hajar oleh hitungan-hitungan kuliah dan silogisme-silogisme himpunan) akhirnya saya kembali mengambil les musik. Awalnya saya sempat agak ragu untuk kembali main piano karena tidak memiliki piano di Bandung. Tapi setelah dipikir-pikir, dari pada ambil alat musik lain dan mulai belajar dari nol lagi, sepertinya lebih baik mendalami piano. Tapi aliran musiknya berubah, dari klasik jadi jazz, biar ada variasi…
Sampai saat ini, saya merasakan beberapa perbedaan dalam mempelajari piano klasik dan piano jazz. Dalam pembelajaran piano klasik, saya langsung diajarkan memainkan lagu, bertahap mulai dari yang sangat mudah hingga sulit saat kita di rasa sudah mampu. Pada piano klasik kemampuan dalam membaca partitur (not balok, simbol-simbol, dsb) sangat ditekankan. Fingering hingga sikap duduk juga sangat ditekankan disini.
Sementara dalam piano jazz (yang saya rasakan sampai saat ini) kita tidak langsung masuk ke lagu, tapi terlebih dahulu berkutat dengan tangga nada dan kord. Kemahiran dalam memainkan semua tangga nada, dan kord sangat ditekankan. Mungkin karena biasanya di musik jazz terdapat sesi dimana si musisi harus mengembangkan lagu yang dia bawakan dengan spontan. Sementara fingering justru tidak terlalu diperhatikan disini.
Terlepas dari semuanya, seru juga bisa kembali menekuni hobi setelah sekian lama tenggelam dalam kesibukan perkuliahan dan organisasi…hehehe.

9 Comments
July 8, 2008 at 1:15 am
Salam kenal mas dayu, saya tertarik sekali dengan piano dan saya ingin belajar piano(jazz) bolehkah mas dayu share cara belajarnya. Sebelumnya saya ucapkan terimakasih.
Thank U
YD
July 8, 2008 at 1:44 pm
Salam kenal juga mas Yudhi.
Wah, kalo untuk share cara belajar sepertinya saya belum mampu, karena saya pun baru mulai belajar jazz.
Kalo memang tertarik piano kenapa tidak coba ambil les saja. Yg saya tau, untuk mendalami jazz hanya butuh waktu sekitar 2-3 th. Berbeda dengan klasik yg butuh waktu hingga sekitar 7-8 th (saya sendiri dulu belajar klasik cuma sekitar 4 th).
Lagi pula tidak ada kata terlambat untuk belajar, apalagi kalo main musik hanya untuk sebatas hobi seperti saya, bukan untuk profesi.
Salam,
Dayu
August 4, 2008 at 10:59 am
Mas Dayu, saya baru buka lagi ne, blog-nya, ngomong-ngomong dimana ya les piano jazz yang enak klo di bandung. soalnya klo saya se, kenal pianonya dasar banget. tapi pengen blajar. walo umur juga udah tua ne. hehehehe….
August 24, 2008 at 5:55 pm
Hmm… sebenarnya katanya sih ada banyak tempat di Bandung. Tapi saya juga nggak tau semua. Yang saya tau cuman yg di jl. Lamping dan jl. Nanas.
Kalo yg di jl. Lamping kurikulumnya agak mengikat, mungkin karena satu pengelolaan sama sekolah tinggi musik. Beda, sama yg di jl. Nanas, katanya sih di sini agak bebas dan nggak terlalu terikat kurikulum, jadi bisa disesuaikan sama kecepatan kita belajar…
Kalo tempat2 lainnya mungkin bisa coba googling, hehe…
September 9, 2008 at 6:23 am
wahhh.. lo bisa main piano??? hebat2.. music klasik lagi,hehehehe… pissss…
wahhh, gw justru bisanya yang pop.. sama nyerempet dangdut dikit gtu,hehehe…
October 22, 2008 at 3:14 am
wow, i don’t know you play the piano, wish i could see you play, then..sayang kan, ilmu suda didapat tapi tidak dipraktekkan..hehe, duet sama gitar gue deh day, someday
October 28, 2008 at 1:23 pm
hehehe..
nampak de javu ama tulisan di atas
February 3, 2009 at 4:28 am
hai.. salam kenal..
Gw pengen banget beralih ke jazz nih. terjebak dalam alunan klasik karena gw ngajar klasik. sedikit berlawanan dengan hati, antara keinginan dan pekerjaan. hehehe.. Sayang di bandung ya,, punya tmn di Jakarta yg bisa ngajar piano jazz, tapi orangnya fun ? gw serius, tapi menganut fun learning. hehe..
February 3, 2009 at 5:31 am
salam kenal juga..
Sori… nggak tau tuh yg di jkt. Wah, ngajar klasik? berarti udah jago bgt ya piano klasik, hehe